Jumat, 24 Oktober 2014

Bukan Urusanku


Aku sudah sampai tahap dimana melihatmu bermanis dengan wanita lain adalah bukan menjadi urusanku lagi. Aku rasa, kau sudah cukup
dewasa untuk menentukan sikap, untuk tidak bertingkah seperti remaja yang labil, untuk dapat membaca bagaimana suasana hatiku.

Aku memang mencintaimu, tapi aku bukan yang posesif yang akan melarangmu ini dan itu termasuk bermanis dengan wanita lain.

Itu bukan cinta?

Mungkin dalam sudut pandang orang lain akan demikian, tapi sayangnya aku sudah mengenalmu sebagai yang menjadikanku tempat pulang.

Ya, kau sukses membuatku jatuh; membuatku sulit berpikir rasional tentang bagaimana hal-hal seperti kau bemanis dengan wanita lain bukanlah hal yang harus diperdebatkan.

Bagaimana bisa aku perdebatkan jika kau selalu mengenggamku lebih erat dari sebelumnya, jika kau selalu bersandar di lenganku, jika kau memintaku untuk menerimamu.

Jadi, saat aku menerimamu tentu bukan urusanku lagi untuk mengurusi hal-hal manis yang kau berikan pada wanita lain. Biar saja cincin di satu jemarimu yang memberikan peringatan tentang kau yang sudah memilih aku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar