Tentang Aku dan kalimat-kalimat penghidupku. Sebagian aku adalah apa yang ada di sini. Untukmu, bersikaplah bijak dalam menilai sudut pandangku, karena matahari yang sama pun selalu dapat dinikmati dalam belahan dunia yang berbeda.
Senin, 08 Juli 2013
Ibumu dan aku mencintaimu.
Aku mencintaimu.
Aku tidak pernah berpikir jika waktu berlari secepat ini, seakan tujuh tahun yang lalu adalah kemarin.
Kemarin, saat pertama kita saling mengenal.
Ingat?
DEG!
Aku Mulai Gila
Kau Masih Menganggapku?
Dulu kau bilang, aku adalah cinta. Dulu kau bilang, semua
yang kau lakukan adalah pengorbanan. Dulu kau bilang, kau mengerti. Dulu kau
bilang, tidak ada yang sebaik kau. Aku percaya, aku benar-benar percaya itu.
Bahkan aku masih percaya semua yang kau bilang walau kau tak lagi menunjukan
semua yang kau bilang. Sering aku berpikir, satu-satunya jalan keluar adalah
meninggalkan ini semua. Tapi kenapa, kenapa saat aku ingin melangkahkan kaki
dari semua ini kau malah menghalangiku? Kenapa kau menginginkan aku untuk tetap
bersamamu? Apa kau masih menganggapku sebagai anakmu?
Kau Kejam
Seingatku, aku tidak pernah meminta
apalagi memohon secercah kehidupan. Kehidupan yang bahkan aku tidak
mengenalnya. Kehidupan yang aku tidak tahu jawaban untuk apa aku hidup. Hidup
dalam benakku bukan yang seperti ini, kehidupanku bukan disini. Tapi mengapa
Kau terus mendesakku sedemikian rupa. Kau masukkan aku dalam ruang sempit nan
gelap. Kau ukir aku. Kau jadikan aku. Aku menangis, menangis sejadi-jadinya.
Meratapi setiap senti kulit yang tersobek, menangisi setiap darah yang
mengalir. Tuhan, aku benar-benar tidak menginginkan ini. Tuhan, kirim aku
kembali menjadi aku yang dulu.Tuhan, aku mohon. Lalu setitik cahaya menyilaukan
dan merusak pandanganku. Aku merasakan jari-jari yang terselimuti mendekap
lembut tubuhku. Mengusap air mataku. “Akhirnya kau lahir, nak." katanya.
Ini yang Kau inginkan, Tuhan. Aku lahir. Kau kejam.
Aku melakukan halku dan kau melakukan halmu.
Aku tidak berada di dunia ini untuk berbuat sesuai dengan harapan-harapanmu.
Dan kau tidak berada di dunia ini untuk berbuat sesuai dengan harapan-harapanku.
Kau adalah kau dan aku adalah aku,
dan apabila kita kebetulan saling bertemu
maka hal itu baik.Kalau tidak, maka tidak dapat berbuat apa-apa.
Datang
Kalau kamu datang,
Aku berjanji tidak akan bertanya kenapa baru sekarang.
Kalau kamu datang, aku berjanji tidak akan membuatmu berdiri di depan pintu terlalu lama.
Kalau kamu datang, aku berjanji tidak akan bertanya,
hati mana saja yang sudah kau lewati untuk sampai di sini.
Karena dengan langkahmu, aku terbangun,
dari mati suri yang kunina-bobokan sendiri
Kalau kamu datang, tolong jangan pergi.
Aku lelah menjaga pintu.
Kalau kamu datang.
Aku berani sumpah, aku tenang.
Sadgenic.
Langganan:
Postingan (Atom)


