Jumat, 24 Oktober 2014

Hallo


Hallo kamu yang sedang sibuk-sibuknya mengurusi pasien-pasienmu, apa kabar?

Aku hanya ingin sekedar menyapa tapi pada kenyataannya aku tidak punya cukup keberanian untuk itu. Jadi, aku tulis saja di sini.

Bila kamu sedang membaca ini, jangan berpikir jika aku adalah wanita konyol yang hanya sekedar menyapa pun tidak berani. Hey-hey, tidak kah kau tahu bahwa sesorang diseberang sana lebih konyol karena membaca tulisan dari seorang wanita yang dianggapnya konyol? hahaha, aku hanya bercanda.

Baiklah, kepada dokter muda yang telah menyempatkan diri membaca ini, kau tahu bagaimana harus menghubungiku kan? Aku mohon secepatnya balas hallo-ku ini. Aku memaksa!

Penantian


Duduk di bawah pohon cemara tua di belakang kampus tidak pernah sesepi ini, sendiri bersama angin dan deretan kilas masa lalu. Aku rasa aku mulai merindukan tawa dan matamu yang selalu berhasil membuatku jatuh hati lagi dan lagi. Aku ingat terakhir kali kau ngajakku ke sini, hari itu adalah

Kita yang Kapan


Aku dan kamu,

Seperti sepasang yang saling acuh tapi tidak benar-benar ingin terlepas.

Bukan Urusanku


Aku sudah sampai tahap dimana melihatmu bermanis dengan wanita lain adalah bukan menjadi urusanku lagi. Aku rasa, kau sudah cukup