Jumat, 07 Maret 2014

Teman Lama, Hanya Itu.

B: Keyna?

K: Eh? ... Um, Hai, sebuah kejutan bisa bertemu di sini, um apa kabar? Eh, aku baru tahu kau menyukai kopi yang pekat seperti itu. Aku ingat dulu kau... ah well lupakan.

B: Kosong? Aku duduk disini ya? Dulu aku apa? Kau.. masih mengingat dulu?

K: Entahlah. Mungkin aku hanya
teringat. Tidak sengaja mengingat. Jadi, kau sendiri saja atau menemani seseorang?

B: Bisa dibilang sendiri, bisa juga tidak.

K: *menyerengit*

B: Seperti yang kau lihat, aku sendiri. Dan tunanganku, dia telat, mungkin beberapa menit lagi tiba.

K: Oh, ya! Aku tahu kau sudah bertunangan beberapa minggu lalu. Kau bahkan tidak mengundangku. Tentu saja tidak. Kalau begitu, selamat menunggu. Aku baru saja menghabiskan cangkir terakhir kopiku. Jadi, aku permisi.

B: Tunggu! Bagaimana kau tahu?

K: Aku mengenal tunanganmu. Dunia sempit bukan?

B: Aku tidak tahu. Oh.. Omong-omong, pesan kopi satu lagi, eh?

K: Terimakasih tapi aku masih perlu membeli beberapa barang di department store.

B: Aku boleh menemanimu?

K: Tidak, tidak perlu repot-repot. Aku bisa sendiri. Kau tahu, sekarang aku sudah biasa melakukan apa pun sendiri. Kau hanya perlu menunggu tunanganmu. Permisi.

B: Berhenti! Jika kau terus ingin menghindar dariku, aku akan terus mengejarmu dan tolong berhenti memperlakukanku seolah kita hanya teman lama yang kebetulan saling bertemu kembali, oke? Kita selesaikan ini dengan jelas.

K: Kita memang hanya sebatas itu. Sebatas yang ingin kuingat. Dengar, tidak ada yang perlu diselesaikan. Tidak ada yang perlu dijelaskan.

B: Aku minta maaf untuk ingatanmu itu dan karenanya aku benar-benar harus menjelaskannya.

K: Tidak ada yang perlu dimaafkan dan kupikir, aku tidak perlu penjelasan apa pun.

B: Kau membuatku terluka dan semakin merasa bersalah. Tolong.. Sekali lagi aku minta tolong berhenti untuk bersikap seperti itu.

K: Terluka seperti apa persisnya? Apa kau tahu apa itu terluka? Bersikap seperti apa aku seharusnya? Bersikap sepertimu? Ah well, baiklah, baik aku tahu ini akan sangat panjang. Kau tidak akan merusak acaramu dengan tunanganmu, kan? Senang bertemu denganmu. Sampai jump..

B: Aku masih mencintaimu!

K: Kejutan! Kita mencintai orang yang sama. Aku pun mencintai diriku.

B: Keyna! Aku sungguh-sungguh. Aku akan tetap begitu, tidak akan merubah perasaanku. Aku minta maaf untuk semua yang terjadi, aku tidak tahu lagi harus bagaimana, pertunangan itu... aku benar-benar tidak menginginkannya. Kami dijodohkan! Aku menolak, tapi wanita itu terus merajuk kepada kedua orang tua kami. Tolong mengerti.. Aku ingin kita kemba...

K: Stop! Aku tidak lagi peduli sedramatis apa kisahmu. Sepertinya kau yang harus mengerti! Apa ada orang seperti aku di dunia ini yang mampu bersikap biasa saja ketika mengetahui mantannya tiba-tiba muncul dengan menjadi tunangan orang lain? Mantan? Bakan kita belum pernah mengucap kata putus, aku akan membuatnya tepat, oke, kita putus sekarang. Aku yang memutuskan. Jadi biarkan aku mengingatnya seperti ini; kau dan aku adalah teman lama, hanya itu.

S: Brian!

K&B: Menoleh

S: Keyna? Bri, kalu kenal Keyna? Bagai mana bisa? Aku ketinggalan sesuatu disini?

K: Hi, Sara. Tidak, kau tidak ketinggalan satu apa pun di sini. Aku baru saja akan pergi ketika Brian menyapaku. Well, maaf baru memberitahumu, aku dan Brian-mu adalah teman lama. Kurasa, aku tidak akan lebih lama disini, senang bertemu denganmu Sara, sampai jumpa di kantor.

S: Sampai jumpa key.

K: *berlalu dengan cepat*

B: Key, tunggu!

S: *menyerengit*

B: Sara, dengar. Aku masih harus menyelesaikan sesuatu dengan Keyna. Kau, pesanlah beberapa cangkir kopi.

S: Maksudmu?

B: KEY!

S: Ada apa bri? BRI!

B: *berlari*

S: Apa yang tidak aku tahu tentang sepasang teman lama itu? Tunggu, sepasang? Teman lama? SIAL!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar