Kamis, 27 Maret 2014

Bulan

Bulan hampir penuh,
Aku tak lagi mengeluh,
Kehidupan yang hanya keluh,
Menguap bersama peluh.

Bulan kini bulat,

Kemarin hanyalah kalut,
Tentang kau yang pergi ke laut,
Menyisihkan seikat kemelut.

Bulan sepenuhnya terang,
Aku geram melihatmu senang,
Datang seolah habis berenang,
Tak tahu hatiku sudah garang?

Bulan tepat di atas kepala kita,
Kau bilang aku hanya butuh jeda,
Sebab hubungan yang beroda,
Butuh berputar dalam pusat cinta.

Bulan tertutup awan,
Kau meluluhkan geraman,
Aku keliru pada kekecewaan,
Kini kau datang dengan menawan.
Membawa bulan kembali bersemu,
Menawarkan kembalimu,
Menghiraukan rona maluku,
Selanjutnya yang kutahu, kita merindu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar