Perkara cinta, mungkin engkau adalah ahlinya.
Mengajari aku bersabar, tentang bagaimana terbiasa denganmu.
Membimbingku bahwa cintaku adalah kamu.
Meracuni pikiranku untuk selalu mengingatmu.
Kemudian,
aku tergila-gila padamu.
Benar-benar tegila-gila.
Hingga aku tau, yang kamu lakukan dahulu adalah kesia-siaan untukmu dan sebuah kutukan bagiku.
Bagaimana tidak.
Tanpa lelah, kau meyakinkanku.
Ah, Cinta.
Tanpa dosa, kau meninggalkanku, Cinta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar