Senin, 08 Juli 2013

Kau Kejam


Seingatku, aku tidak pernah meminta apalagi memohon secercah kehidupan. Kehidupan yang bahkan aku tidak mengenalnya. Kehidupan yang aku tidak tahu jawaban untuk apa aku hidup. Hidup dalam benakku bukan yang seperti ini, kehidupanku bukan disini. Tapi mengapa Kau terus mendesakku sedemikian rupa. Kau masukkan aku dalam ruang sempit nan gelap. Kau ukir aku. Kau jadikan aku. Aku menangis, menangis sejadi-jadinya. Meratapi setiap senti kulit yang tersobek, menangisi setiap darah yang mengalir. Tuhan, aku benar-benar tidak menginginkan ini. Tuhan, kirim aku kembali menjadi aku yang dulu.Tuhan, aku mohon. Lalu setitik cahaya menyilaukan dan merusak pandanganku. Aku merasakan jari-jari yang terselimuti mendekap lembut tubuhku. Mengusap air mataku. “Akhirnya kau lahir, nak." katanya. Ini yang Kau inginkan, Tuhan. Aku lahir. Kau kejam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar