Seingatku, aku tidak pernah meminta
apalagi memohon secercah kehidupan. Kehidupan yang bahkan aku tidak
mengenalnya. Kehidupan yang aku tidak tahu jawaban untuk apa aku hidup. Hidup
dalam benakku bukan yang seperti ini, kehidupanku bukan disini. Tapi mengapa
Kau terus mendesakku sedemikian rupa. Kau masukkan aku dalam ruang sempit nan
gelap. Kau ukir aku. Kau jadikan aku. Aku menangis, menangis sejadi-jadinya.
Meratapi setiap senti kulit yang tersobek, menangisi setiap darah yang
mengalir. Tuhan, aku benar-benar tidak menginginkan ini. Tuhan, kirim aku
kembali menjadi aku yang dulu.Tuhan, aku mohon. Lalu setitik cahaya menyilaukan
dan merusak pandanganku. Aku merasakan jari-jari yang terselimuti mendekap
lembut tubuhku. Mengusap air mataku. “Akhirnya kau lahir, nak." katanya.
Ini yang Kau inginkan, Tuhan. Aku lahir. Kau kejam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar