Rabu, 22 Desember 2010

Boesenbergia Pandurata Roxb

ini tulisan berbentuk cerita ke dua yang gue post. selamat membaca :D

Agendaku besok adalah pergi ke dokter THT untuk memeriksakan kupingku yang hampir putus karena sepanjang hari ini sibuk mendengarkan ocehan beo berpita suara abnormal dengan suara yang nyaris fals.
Pagi ini dengan suara menggebu-gebu ia mengoceh dengan suara khas beonya. Bila diterjemahi, sepertinya ia mengomentari seorang tukang pos yang baru saja memangkas tiga akasia di depan sekolah. Bagaimana tidak, akasia adalah bagian dari kami.
Terlepas dari akasia, satu fakta yang perlu kau ketahui adalah ocehan beo-ku hanya akan berhenti  jika bel masuk jam pelajaran menggema dan tentu saja ini sangat membantuku me-refresh gendang telinga. Sayangnya kali ini bel istirahat yang berdering.
Bekal kali ini adalah roti dengan taburan muehlenbeckia platyclada khas toko roti. Tentunya aku berbagi dengan si bawel yang sejak beberapa detik lalu telah ada di sampingku.
“roti-mu asam, bagaimana jika ditambahkan dengan pithecollobium lobatum benth?! Aku yakin kita jauh lebih kenyang dan nafasmu lebih beraroma dari sebelumnya” katanya
“hei, itu akan membuatmu pingsan seketika bila berbicara denganku” sahutku
“bagaimana dengan leucaena leucocep….” Ocehannya terhenti saat mendengar bel msuk jam pelajaran bordering “terimakasih rotinya, aku akan menjemputmu jam empat sore” katanya sembari terbang menuju sangkarnya di sebrang kelasku.
***
Matahari hamper berada di barat. Aku memakai print pants dengan blezer motif houndstoop hitam-putih favoritku dan siap menghabiskan sore bersama sang beo.
“print pants-mu lebih cocok dipadu dengan ruffles yang ditumpuk dengan cardigan” komennya.
“itu terkesan too much bawel”
“well, gimana kalau atasan polos dengan detail dekonstruktif?”
“BEO!!” kataku kesal
“beo?? dimana?” tanyanya heran.
“di samping aku. Namanya Boesenbergia pandurata Roxb” aku tertawa
“jadi selama ini kamu anggep aku beo? Well, berarti ada beo keren yang lagi asyik pacaran dengan itik liar bernama Cairina Scutulata” balasnya
Kami pun serentak tertawa menghabiskan langit senja bersama :D

catatan: real tulisan gue, tanya aja ke qotrun :p

Tidak ada komentar:

Posting Komentar